Jalan Nuri Slawi Kulon Tegal - Banyak orang berpikir bahwa makanan yang sehat dan bergizi itu adalah makanan yang harganya mahal. Padahal, ini adalah mitos yang keliru.
"Mitos makanan bergizi itu mahal harus diluruskan, karena yang sehat tidak selalu mahal," tegas Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Ahmad Syafiq dalam acara pemaparan hasil survei program Gerakan Nusantara di Jakarta, Kamis (1/2).
Ahmad mengatakan, dari sudut pandang gizi faktor ekonomi memang berperan, tetapi bukan yang utama.
"Belum tentu mereka yang tidak mampu tidak bisa mengakses makanan bergizi. Demikian pula yang status ekonominya tinggi belum tentu tahu dan mau membeli makanan sehat," ujarnya.
"Dengan bekal pengetahuan tentang gizi, setiap orang bisa menata gizinya. Mereka juga bisa mengatur kemampuan ekonominya agar bisa mencukupi kebutuhan gizi keluarga," kata Ahmad.
Menurut Sandra Fikawati, Wakil Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan FKM UI, orangtua harus kreatif mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan gizi anak dan keluarga.
"Kalau sebelumnya memberi jajan anaknya untuk membeli jajanan tidak sehat, sekarang uangnya bisa diganti untuk hal lain, misalnya membeli susu," katanya.
Pengeluaran tidak sehat lain yang bisa dialihkan antara lain uang untuk membeli rokok digantikan untuk membeli telur atau sumber protein lain yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak.
Dari : Kompas
Jalan Nuri Slawi Kulon Tegal Kids Jaman Now Jalan Nuri Slawi Kulon Tegal
"Mitos makanan bergizi itu mahal harus diluruskan, karena yang sehat tidak selalu mahal," tegas Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Ahmad Syafiq dalam acara pemaparan hasil survei program Gerakan Nusantara di Jakarta, Kamis (1/2).
Ahmad mengatakan, dari sudut pandang gizi faktor ekonomi memang berperan, tetapi bukan yang utama.
"Belum tentu mereka yang tidak mampu tidak bisa mengakses makanan bergizi. Demikian pula yang status ekonominya tinggi belum tentu tahu dan mau membeli makanan sehat," ujarnya.
| Makanan Bergizi Pasti Mahal Itu Mitos (Sumber Gambar : KOMPAS) |
Makanan Bergizi Pasti Mahal Itu Mitos
Ia mencontohkan gizi makro seperti karbohidrat yang terdiri dari berbagai jenis yang bisa dipilih. Buah - buahan juga tidak selalu harus yang impor, karena buah lokal juga memiliki kandungan gizi yang sama."Dengan bekal pengetahuan tentang gizi, setiap orang bisa menata gizinya. Mereka juga bisa mengatur kemampuan ekonominya agar bisa mencukupi kebutuhan gizi keluarga," kata Ahmad.
Menurut Sandra Fikawati, Wakil Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan FKM UI, orangtua harus kreatif mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan gizi anak dan keluarga.
Jalan Nuri Slawi Kulon Tegal
"Dalam pembekalan gizi kepada orangtua dan guru di daerah - daerah, kami mengajak mereka untuk mencari solusi. Misalnya, jika selama ini buah hasil kebun mereka dijual, setelah diberitahu tentang gizinya akhirnya ada yang sebagian disimpan untuk dikonsumsi anaknya," kata Fika.Jalan Nuri Slawi Kulon Tegal
Selain itu, orangtua juga bisa memodifikasi pengeluaran agar dengan nominal uang yang sama bisa mendapatkan makanan yang bergizi."Kalau sebelumnya memberi jajan anaknya untuk membeli jajanan tidak sehat, sekarang uangnya bisa diganti untuk hal lain, misalnya membeli susu," katanya.
Pengeluaran tidak sehat lain yang bisa dialihkan antara lain uang untuk membeli rokok digantikan untuk membeli telur atau sumber protein lain yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak.
Dari : Kompas
Jalan Nuri Slawi Kulon Tegal Kids Jaman Now Jalan Nuri Slawi Kulon Tegal
Makanan Bergizi Pasti Mahal Itu Mitos
Reviewed by Unknown
on
Senin, Maret 19, 2018
Rating: